Hari ini gue baru menemukan hal baru dari Yahoo!. Ternyata semua chat log YM kita sekarang otomatis ke log di Yahoo! , seperti Google dan GTalk nya.
Asli gue seneng banget. Entah kenapa gue dari dulu sangat terobsesi ‘ngebackup semua hal’. Kenapa? Ga tau pastinya. Apa gue paranoid? Ada beberapa orang bilang gue agak OCD. Gue sebenernya cuma pengen hati gue tenang.
Sebelum ada Yahoo! chat log ini, hal yang biasa gue lakuin adalah ngesync folder log Pidgin (IM Client gue) dengan folder Dropbox gue, untuk lalu gue sync dengan komputer gue yang laen, selain untuk nyimpen backup log itu sendiri di Dropbox gue.
![]()
Mau backup apa? Flickr? GDocs? Hotmail? FB? WordPress?
Mungkin lo ga akan percaya kalo ada orang yang ngebackup on regular basis account Twitter dan FB nya. Ada kok. Gue. Gue pake www.backupify.com untuk backup account FB, Twitter, Picasa, dan Flickr gue secara otomatis tiap minggu.
Calender dan call log gue di sync otomatis ke Google Calendar.
My Documents? Kerjaan kantor? Sync ke Dropbox, copy ke Windows Live Mesh, duplicate ke 2 external harddisk.
Koleksi musik? Ada copy di 2 komputer rumah, 1 komputer kantor, 1 laptop kantor, 1 external harddisk, semua ke sync dengan bantuan aplikasi FreeFileSync. Dengan adanya iTunes in the cloud, mungkin suatu saat gue akan upload koleksi musik gue ke internet.
Semua MicroSD handphone gue dibackup setiap minggu.
Foto-foto penting gue upload ke Flickr dan Picasa, yang nanti akan di backup lagi oleh si backupify.
SMS? Semua SMS gue ada di akun Gmail gue. Kebackup semua, bisa ditelusur dan dicari, berkat bantuan si robot ijo, a.k.a. Android.
Browser pun begitu. Opera, Google Chrome dan Firefox gue set untuk otomatis nge sync isi tab, history, dan bookmark, sampai add-ons dan themenya, jadi mau browsing di kantor dan rumah, buat gue ga ada bedanya, history nya sama, bookmarknya sama.
Artikel menarik di internet yang mau gue baca tapi blom sempet gue baca, gue save ke ReadItLater, untuk nanti di sync dan di download di Android dan iPod Touch.
![]()
Info kontak yang baik adalah info kontak yang lengkap. Alamat rumah, kantor, email, tanggal lahir, no rumah, no hp, no rekening.
Tapi kayanya contoh termudah adalah gimana gue nge backup Contacts gue. Basically isi phonebook handphone gue sekarang masih sama dengan waktu gue pertama kali punya handphone saat SMA dulu, cuma semakin lama semakin nambah banyak dan lengkap aja. Sebelum ngerasain punya smartphone, gue biasa tulis ulang (di buku catetan) semua kontak gue setiap mau ganti handphone. Sampai gue bisa beli SE P800, lalu P900, gue mulai ngebiasain untuk backup ke Outlook. Dari smartphone ke smartphone, lalu pindah ke Android. dan inilah yang terjadi sekarang :
Phonebook Android gue sync ke Google Contacts.
Google Contacts sync ke Yahoo Contacts & AOL Contacts, secara manual, iPod Touch, PDA Windows Mobile, Blackberry gue secara otomatis (dengan software Google Sync)
Google Contacts gue export, lalu entry nya gue export ke 6 akun Gmail gue yang laen, juga ke Outlook gue di kantor.
File export dari Google Contacts gue save di Dropbox, yang nge sync ke 2 komputer rumah, 1 komputer kantor, 1 laptop kantor.
Dan akhirnya contacts gue akhir nya ter backup di 19 tempat.![]()
Dan yes, gue masih nyimpen semua buku harian gue dari kelas 3 SD.
Gue normal kan?
Dasar lw, emang sync-human. Ckckck…
Akun gimel ampe punya 6 biji??? Ckckck…
Itu data udah terjadi duplikasi di mana-mana yah. Mantep lah bwt sync-human yang satu ini.
kunci backup yang baik itu kan redudansi kan? hahaha